Ini sikap Forum Pemuda Indonesia-India atas tragedi kemanusiaan di New Delhi

oleh -856 views
Foto: Ravindra (Ketua Umum Forum Pemuda Indonesia – India) dan Erick M. Sidebang (Ketua Pemuda Katholik Karawang/ Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Karawang)

Karawang – Parlemen India menerbitkan Undang-Undang Kewarganegaraan India pada Desember 2019. Diantara isinya akan memberikan kewarganegaraan India kepada para imigran dari tiga negara yaitu Pakistan, Afghanistan dan Bangladesh, kecuali jika mereka adalah Muslim.

UU Amendemen Kewarganegaraan yang kontroversial ini tentunya diskriminatif dan dapat memicu terjadinya gejolak antarumat beragama di India. Bahkan bisa menjalar ke negara-negara lain.

Gejolak dan gesekan antar agama yang terjadi bermuara sejak tahun 1947 ketika Inggris membagi India menjadi 2 wilayah yaitu India untuk masyarakat Hindu dan Pakistan untuk masyarakat muslim. Namun dibalik pembagian wilayah itu ada satu orang yang sangat getol menolak keputusan itu, dialah Mahatma Gandhi.

Ia yakin bahwa manusia dari segala agama memiliki hak yang sama dan dapat hidup bersama dengan damai dalam satu negara. Sikap Mahatma Gandhi inilah yang wajib di ikuti semua pihak. Namun mirisnya, sampai ajal menjemputnya, mimpi-mimpinya tentang India yang damai antarsuku, kasta dan agama tidak pernah terjadi.

Forum Pemuda Indonesia-India menilai, peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu tentu telah mencoreng nama baik kemanusiaan dan menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya gejolak konflik antaragama dan suku di berbagai wilayah lainnya. Menurut data terbaru dilaporkan, bentrokan itu menewaskan 27 orang dan lebih dari 200 orang terluka yang di rawat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (GTB) dan Rumah Sakit Kok Nayak, hampir 60 orang dirawat karena mengalami luka tembak.

Belum lagi kendaraan dan fasilitas yang dirusak oleh para perusuh yang menimbulkan kerugian milyaran rupiah, sampai saat ini total perusuh yang sudah ditangkap berjumlah 106 orang lebih.

“Menyaksikan dan mencermati represi dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di New Delhi, India. Kami mengutuk dan mengecam segala bentuk kekerasan, apapun alasannya, hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan oleh agama dan keyakinan mana pun,” kata Ravindra-Ketua Umum Forum Pemuda Indonesia-India, baru-baru ini.

Ia juga mendesak pemerintahan Indonesia agar segera mengambil sikap dan mendorong upaya diplomatik kepada pemerintahan India agar pembantaian terhadap kaum beragama bisa segera diselesaikan.

Sikap Forum Pemuda Indonesia-India lainnya ialah, menuntut Duta Besar India untuk Indonesia agar segera mendorong Pemerintah India untuk mencabut UU Kewarganegaraan yang telah digunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab sebagai instrumen untuk melakukan berbagai tindakan kekerasan bagi kelompok lain.

“Duta Besar India untuk Indonesia dan Menkopolhukam agar segera membuat konferensi pers untuk menenangkan masyarakat Indonesia agar tidak terpicu gejolak politik di India,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar bisa menahan diri dan tetap mengarus utamakan kemanusiaan dalam menyikapi konflik yang terjadi di New Delhi, India.

Menurut dia, organisasi-organisasi masyarakat keturunan dan agama-agama agar segera bertemu dan menciptakan kesejukan di Indonesia yang tercinta ini.

Pada dasarnya, masyarakat Indonesia keturunan India dan masyarakat Indonesia asli adalah saudara sejak lama dan berjuang bersama dalam melawan kolonialisme dunia.

“Manusia dari segala agama memiliki hak yang sama dan dapat hidup bersama dengan damai dalam satu negara,” ujarnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *