Anggaran Bawaslu Karawang Rp 23,3 miliar dinilai terlalu minim

oleh -
Foto: Komisioner Bawaslu Karawang Suryana Hadi Wijaya

Karawang – Anggaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dinilai masih minim.

Pengajuan anggaran yang disampaikan Bawaslu Karawang sebelumnya sebesar Rp 27 miliar. Tapi pengajuan anggaran tersebut dipangkas dan hanya disetujui Rp 23,3 miliar.

Foto: Surat edaran Mentri Keuangan Republik Indonesia 

Komisioner Bawaslu Karawang Suryana Hadi Wijaya menyayangkan sikap pemkab yang terlalu menganggap mudah tugas pengawas Pemilu, terutama ditingkat kecamatan.

“Yang pertama permasalahan permintaan dari pemda yang honorarium Panwascam kususnya disesuaikan dengan PPK, padahal sudah ada standar dari Menteri Keuangan,
bahwa honorarium itu sudah jelas adanya,” ungkapnya, Rabu (9/10).

Belum lagi dengan anggaran untuk membiayai kegiatan-kegiatan kepemiluan. Dengan dana yang minim, ia mengaku terpaksa akan mengurangi kegiatan Bimtek dan Sosialisasi.

“Karena harus disesuaikan dengan anggaran yang ada, jadi secara tidak langsung ya kurang maksimal dengan anggaran yang ada,” katanya.

Atas minimnya anggaran itu, pihak Bawaslu Karawang khawatir pengawasan Pilkada Karawang nanti tidak maksimal. (iyg)

Ad 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *